EVALUASI DIRI

18:27
SILAKAN KASI KRITIKNYA DISINI
Read On 0 komentar

Mas, harganya berapa?

07:31
Dari hikmah-hikmah yang memberi banyak manfaat, mungkin yang paling berharga adalah hikmah yang kita lakukan sendiri. Maksudnya hikmah yang kita dapat dari hasil renungan pribadi terhadap segala apa yang kita alami. Nah kali ini saya mau

berbagi hikmah yang saya dapat ketika merenungi pertanyaan di atas.

Seberapa berhargakah barang itu? Maka untuk tau jawaban dari pertanyaan tersebut mestinya kita akan melihat nilai, keistimewaan dan atau kemanfaatan apa yang dimiliki barang yang kita bicarakan. Semakin banyak keistimewaan yang dimilikinya, semakin banyak manfaat yang dapat diberikannya maka semakin berhargalah barang itu.

Ini saya rasa berlaku untuk banyak hal dalam kehidupan. Dan tentu kita sebagai manusia juga mau tidak mau ikut dalam aturan ini. Benarkah seperti itu??

Sekarang mari kita baca ulang paragrap di atas (dicetak warna biru) dengan mengganti kata “barang” menjadi kata “manusia”. Nah, bagaimana menurut pendapat anda ??

Jika anda setuju dengan itu semua, mungkin ada baiknya kita mulai mengevaluasi harga dari diri kita ini. Caranya cukup mudah. Kita tinggal menjawab beberapa pertanyaan ini :

Apakah kehadiran kita bermanfaat untuk orang lain?

Apakah orang senang bertemu dengan kita?

Berapa banyak orang yang kita bantu hari ini?

Berapa banyak waktu yang kita luangkan untuk menyelesaikan masalah, selain masalah pribadi kita?

Ya kira-kira itulah pertanyaan yang mesti kita jawab sebagai bahan evaluasi. Tentu saja tidak ada kata cukup dalam hal ini. Setiap hari kita harus meningkatkan harga kita di mata manusia, manfaat kita bagi lingkungan serta tentu yang paling penting adalah tingkatan kita dihadapan Robb Semesta Cipta.

Sebagai contoh ada Rosulullah yang telah menyampaikan Islam ke segenap penjuru bumi

Ada juga Bung Tomo yang berjuang demi kemerdekaan bangsa ini hingga akhir hayat.

Nah sekarang di sini anda, yang tentu saja tidak akan diam saja, bukan?
Read On 0 komentar
12:31


gambar penuh kenangan
Perpisahan Pengurus Rohis SMANSA (FDRM-Forum Dialog Remaja Muslim)Pontianak 2002
Read On 0 komentar

Beri Aku Waktu

08:55
Waktu
Masa berlalu
Tinta telah tertuang
Genangi kanvas kehidupan

Panas
Gerah
Ingin enyah
Tapi masa takkan kembali

Ingin menoreh
Tinta emas

Tapi
Lebar putih
Tak banyak lagi

note: demi masa sesungguhnya manusia kerugian
Read On 0 komentar

Bangkit

08:57
Aku tau krisis hidup yang menggilas tak bicara tentang bangkit
Gilir gilir bencana bagai selimut menggulung hidup
Bangkit tak pernah pula kau dengar dari kemiskinan yang melata rayapi tiap jengkal dinding duniamu
Dan kebodohan membuatmu pandir lalu hilang akal tak mengerti

bangkit bukanlah canda diselingi tawa-tawa tak berguna
merobek-robek sisa waktu untuk sia sia
bangkit juga bukan sedu dedan berpanjang panjang
meratapi tinta hitam yang terlanjur menggores waktu

apakah diam mampu membalas tamparan tamparan zaman
atau berharap penolong datang bersama dentang jam
jika begitu, lebih baik kau pergi dan mati

bangkit adalah kau tebas sendiri aral itu
menerjang rintangan dengan kakimu
berteriak lantang, buat mereka jadi bisu

bangkit adalah tegakkan tulang tulangmu
bukan jalan tapi lari mengejar bintang
berlaga
berjibaku
lalu memang

bangkit adalah bekerja bukan hanya diam seperti itu
Read On 0 komentar

Blog Archive

Tinggalkan Pesanmu

Followers


Recent Posts